
RUANGINFORMASISUARATIMUR.COM, SERUI– Wajah-wajah ceria terlihat dari para pelajar SD YPK Imanuel dan SMP Negeri di Distrik Windesi, Kabupaten Kepulauan Yapen, saat mereka menerima makanan bergizi gratis dalam kegiatan reses Anggota DPR Papua Adam Arisoy, Selasa (1/9/2026).
Bagi sebagian pelajar, makanan yang tersaji di hadapan mereka hari itu mungkin terlihat sederhana. Namun, kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut menghadirkan kegembiraan tersendiri, terlebih karena program serupa belum pernah mereka nikmati setiap hari di sekolah.
Antusiasme itu salah satunya dirasakan Marten Koromari, siswa kelas VI SD YPK Imanuel Windesi.
Marten mengaku senang mendapatkan makanan bergizi secara gratis. Ia bahkan berharap kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung sehari, tetapi bisa hadir setiap hari di sekolahnya.
“Kami mau setiap hari ada makanan seperti ini. Kalau ada MBG setiap hari, kami juga bisa lebih rajin pergi ke sekolah,” ujar Marten.
Harapan sederhana Marten menggambarkan bagaimana program pemenuhan gizi memiliki arti lebih bagi anak-anak di wilayah kepulauan. Bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang perhatian terhadap kebutuhan mereka untuk tumbuh dan belajar dengan baik.

Di tengah keterbatasan akses dan jarak yang menjadi tantangan bagi masyarakat Windesi, kehadiran MBG sehari itu menjadi pengalaman yang berkesan bagi para pelajar.
Mereka menikmati makanan yang disediakan bersama teman-teman sekolah. Suasana pun berubah menjadi lebih ramai, dengan wajah-wajah penuh kegembiraan saat makanan dibagikan.
Bagi masyarakat setempat, kegiatan tersebut juga dinilai menjadi gambaran bahwa program pemenuhan gizi sangat dibutuhkan hingga ke wilayah distrik dan kampung yang jauh dari pusat kota.
Tokoh Masyarakat Windesi, Yan Sanggemi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan MBG tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan gizi anak-anak di Windesi merupakan hal yang sangat penting.
Ia berharap kegiatan seperti itu tidak berhenti sebagai kegiatan sehari dalam rangkaian kunjungan atau reses, tetapi dapat menjadi perhatian pemerintah untuk menghadirkan program MBG secara berkelanjutan di Windesi.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak sangat senang dan masyarakat juga melihat ini sebagai sesuatu yang baik. Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan Windesi agar MBG juga dapat hadir di sini,” kata Yan.
Menurutnya, anak-anak di wilayah Windesi memiliki hak yang sama untuk mendapatkan makanan bergizi sebagaimana pelajar di daerah lainnya.

Kehadiran MBG, lanjut Yan, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan bagi siswa, tetapi juga dapat memberikan dorongan bagi anak-anak untuk lebih bersemangat mengikuti proses belajar di sekolah.
Harapan itu kini menjadi suara bersama dari Windesi. Dari seorang siswa kelas 6 yang ingin lebih rajin ke sekolah hingga tokoh masyarakat yang meminta perhatian pemerintah, semuanya bermuara pada satu keinginan: agar makanan bergizi bukan hanya hadir sehari, tetapi menjadi bagian dari keseharian anak-anak di Windesi.
Sebab bagi Marten dan kawan-kawannya, seporsi makanan bergizi bukan sekadar makanan. Di baliknya ada harapan untuk datang ke sekolah, belajar lebih giat, dan menatap masa depan dengan lebih baik.
(*)
Penulis : Marvin Raubaba
Editor : Marvin Raubaba