17
Oktober
2026
Sabtu - :

Relawan TIK Papua Apresiasi dan Beri Catatan Evaluasi Digitalisasi Layanan di Yapen

Ap
Oktober 12, 2026 pada DAERAH, PEMERINTAHAN

RUANGINFORMASISUARATIMUR.COM, SERUI – Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Papua mengapresiasi upaya pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Yapen. Meski demikian, pengelolaan kanal digital diminta untuk terus ditingkatkan secara konsisten dan tidak sekadar formalitas.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Relawan TIK Papua, Alldo Mooy, saat melakukan evaluasi daring terkait lalu lintas pemberitaan pemerintah daerah melalui domain resmi .go.id pada 2026. Dalam evaluasi tersebut, tiga instansi daerah menjadi sorotan atas inovasi digitalnya, yakni Dinas Dukcapil, DPUPRPKP, dan RSUD Serui.

Alldo menilai kehadiran situs web resmi dan inovasi seperti e-TUNTAS milik DPUPRPKP, pendaftaran antrean daring RSUD Serui berbasis SIMGOS Versi 2, serta transparansi layanan Dukcapil merupakan langkah positif untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

“Pemanfaatan teknologi informasi oleh perangkat daerah merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, website pemerintah perlu dikelola secara konsisten agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi mengenai program, kegiatan, dan pelayanan publik,” ujar Alldo Mooy.

Ia berharap praktik baik dari ketiga instansi tersebut dapat memicu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Kepulauan Yapen untuk ikut melakukan transformasi digital.

Empat Catatan Penting Relawan TIK Papua :

Agar manfaat digitalisasi benar-benar dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, Relawan TIK Papua memberikan sejumlah masukan dan catatan kritis bagi Pemkab Yapen:

– Konsistensi & Akurasi: Konten situs web harus diperbarui secara berkala dengan memuat informasi yang akurat mengenai syarat, prosedur, waktu layanan, hingga kanal pengaduan.

– Kesiapan Sistem & Keamanan: Penggunaan aplikasi harus diimbangi dengan keandalan server, navigasi yang mudah, serta perlindungan ketat terhadap data pribadi masyarakat (khususnya data medis pasien).

– Inklusivitas & Pendampingan: Perlunya pendampingan langsung bagi kelompok masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan berbasis aplikasi/online.

– Kolaborasi: Dibutuhkan sinergi berkelanjutan antara Pemda, komunitas TIK, dan masyarakat untuk memperkuat literasi digital yang aman dan produktif.

Alldo menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak boleh hanya diukur dari banyaknya situs web atau aplikasi yang dibuat, melainkan dari kemudahan akses, keandalan sistem, dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat secara luas.

(*)

JMR

Disalin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright Ruang Informasi Suara Timur.com
MENU
ADVERTISEMENT
Ruang Informasi Suara Timur Kunjungi Sekarang
close